About

Malam itu tiba-tiba saja suara ketawa yang indah terdengar di telingaku seperti suara gemericik air sungai yang mengalir di antara batu-batu dan terasa sejuk menyentuh ruhku sesejuk hembus angin subuh pagi yang berembun. Tidak seperti suara ketawa yang biasa aku dengar dari sobat-sobatku yang persis suara kenalpot motor bututku.
Ini bukan mimpi, ya benar, ini bukan mimpi, tepat empat meter di hadapanku berdiri seorang wanita cantik menatapku. Begitu anggun dan tenang seanggun dan setenang rembulan di tengah hening malam. Dari wajahnya memancar cahaya indah seperti berlian yang ditaburi cahaya surga, Dari tubuhnya yang seperti permata menebar keharuman berjuta aneka bunga dan kini ia tengah tersenyum padaku. rembulan sabit langsung berubah menjadi purnama dan bersinar cerah secerah mentari pagi.
Dua bola mata itu menatapku begitu teduh dan sejuk sehingga mampu membuat aku terasa melayang terbang menyelam awan, melempar jauh khayalku ke dalam alam indah lamunan. Ribuan puisi pasti tercipta olehku hanya dengan menatap dua mata indah itu yang tiba-tiba tiada henti menaburkan pesona ke dalam hatiku.
Jiwaku yang semula terperangkap dan terpenjara dalam gelap gulita keresahan dan kehampaan kini sedang mabuk oleh curahan cahaya benderang yang terpancar dari dua mata indah itu.(Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s